Latar Belakang
Kemajuan sosial ekonomi yang
begitu pesat, ditambah masuknya kebudayaan pop yang notabene didominasi
kebudayaan barat. Kebudayaan pop (pop culture) ditandai dengan indutrialisasi
barang-barang budaya saperti makanan, pakaian dan kesenian, tapi lebih dari itu,
kebudayaan jenis ini membawa masyarakat pada fenomena globalisasi. Seiring
dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju dan berkembang pesat khususnya
di kota-kota besar, telah terjadi perubahan diberbagai sektor, termasuk
dibidang industri dan produksi serta pada kegiatan eceran di Indonesia yang
telah berkembang menjadi usaha yang berskala besar. Perkembangan bisnis yang
pesat ini tidak lepas dari faktor meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan
juga meningkatkan jumlah pendapatan perkapita penduduk Indonesia yang
menyebabkan taraf hidup masyarakat Indonesia semakin meningkat. Hal ini membawa
dampak kepada pola perilaku belanja seseorang, dimana semakin meningkatnya
taraf hidup seseorang maka tuntutan akan tempat berbelanja yang nyaman dan dapat
menyediakan segala kebutuhan konsumen dalam satu lokasi semakin dibutuhkan.
Pembangunan ekonomi negeri kita
yang telah berlangsung selama tigapuluh tahun terakhir ini, ternyata telah
melahirkan suatu kelompok sosial yang konsumtif. Pada dasarnya, sistem ekonomi
pada masyarakat modern berbeda dengan pada masyarakat tradisional. Pada dasrnya
masyarakat modern yang hidup dengan sistem ekonomi pasar, gejala ekonomi tampil
sebagai suatu institusi sosial yang berdiri sendiri, karena pasar memiliki
potensi sistemik untuk mengatur kondisi dirinya sendiri. Sebaliknya pada
masyarakat tradisional sistem ekonomi terjalin menyatu dengan institusi sosial
lainnya, dengan sistem kekerabatan dengan sitem religi, dengan sistem politik
lokal dan lainnya.
Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Apa
Saja Pengertian Perilaku Konsumtif
2. Mengetahui Apa
Saja Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif
3. Mengetahui Apa Saja
Faktor Penunjang Terjadinya Prilaku Konsumtif
4. Mengetahui Apa
Saja Jenis-Jenis Perilaku Konsumtif
5. Mengetahui Apa
Saja Karakteristik Perilaku Konsumtif
6. Mengetahui Apa
Saja Dampak Positif Dan Negatif Dari Perilaku Konsumtif
Bahasan/Isi Penulisan
1 Perilaku
konsumtif merupakan kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas
menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.
James F. Engel mengemukakan
bahwa perilaku konsumtif dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu
yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan
barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului
dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.
Suprana mengatakan
bahwa perilaku konsumtif adalah sebagai kecenderungan seseorang yang
berperilaku secara berlebihan dalam membeli sesuatu atau membeli secara tidak
terencana.
Faktor yang mempengaruhi dari Prilaku Konsumtif
Faktor Internal, yaitu:
- Motivasi.
- Pengamatan & Belajar.
- Kepribadian dann Konsep diri.
- Kebudayaan.
- Kelas sosial.
- Kelompok sosial.
- keluarga.
- Naiknya pendapatan.
- Iklan.
- Westernisasi
- Implusive Buying.
- Non Rational Buying.
- Wasteful Buying.
- Pola konnsumsi yang bersifat foya-foya.
- Keingginan untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan.
- Kesenengnan individu membeli barang yang tidak sesuai dengan nilai dan manfaatnya.
- Boros.
- Tidak dapat menunda kepuasan.
- Selalu tidak puas jika belum mimiliki barang yang diingginkan.
- Materialistik.
Dampak Positif
- Membuka dan mennambah lapangan pekerjaan.
- Meninngkatkan motivasi konsumen untuk mennambah jumlah penghasilan
- Menciptakan pasar bagi produsen.
- Pola hidup yang boros dan akan menimbulkan kecemburuan sosial.
- Mengurangi kesempatan untuk menabung.
- Cenderung tidak memikirkan kebutuhan yang akan datang.
Kesimpulan
Jadi prilaku konsumtif adalah perilaku konnsumen yang bertindak secara emosional tanpa didasarkan perencanaan dan kebutuhan melainkan hanya karna suatu pemuasann pemenuhan keinginan akan suatu produk yagn dianggap menarik. Prilaku konsumtif tidak lagi didasarkan pada pertimbangann yanng rasional dan dikendalikan oleh keinginan untuk memenuhi hasrat kesenanngan duniawi. Kaum wanita cenderung untuk berperilaku konsumtif dibandingakan kaum pria. Perilaku
konsumtif menyebabkan seseorang selalu merasa tidak puas, tanpa peduli
bagaimana cara mendapatkannya.dan selaitu disisi lain prilaku konsumtif juga
dapat memotivasi mereka unuk bekerja keras dan meningkatkan penghasilan mereka.
Saran
Rasa ketidak puasan terhadap apa yang telah di miliki merupakan sala satu peyebab seseorang melakukan prilaku konsumtif oleh karena itu kita harus lah belajar untuk puas dengan apa yang telah kita miliki.
Sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar