Jumat, 04 Januari 2019

Toleransi Dalam Beragama

Pengertian
Toleransi mengandung arti membolehkan terbentuknya sistem yang menjamin terjaminnya pribadi, harta benda dan unsur-unsur minoritas yang terdapat pada masyarakat dengan menghormati agama, moralitas dan lembaga-lembaga mereka serta menghargai pendapat orang lain serta perbedaan-perbedaan yang ada di lingkungannya tanpa harus berselisih dengan sesamanya karena hanya berbeda keyakinan atau agama.
Toleransi beragama memiliki arti sikap lapang dada seseorang untuk menghormati dan membiarkan pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah mereka menurut ajaran dan ketentuan agama masing-masing yang diyakini tanpa ada yang mengganggu atau memaksakan baik dari orang lain maupun dari keluarganya sekalipun. Adapun kaitannya dengan agama, pengertian toleransi beragama adalah toleransi yang mencakup masalah - masalah keyakinan pada diri manusia yang berhubungan dengan akidah atau yang berhubungan dengan ke-Tuhanan yang diyakininya.


Prinsip-prinsip Toleransi Beragama
Dalam melaksanakan toleransi beragama kita harus mempunyai sikap atau prinsip untuk mencapai kebahagiaan dan ketenteraman. Adapun prinsip tersebut adalah:

  • Kebebasan Beragama. Hak asasi manusia yang paling esensial dalam hidup adalah hak kemerdekaan atau kebebasan baik kebebasan untuk berfikir maupun kebebasan untuk berkehendak dan kebebasan di dalam memilih kepercayaan atau agama.
  • Penghormatan dan Eksistensi Agama lain. Etika yang harus dilaksanakan dari sikap toleransi setelah memberikan kebebasan beragama adalah menghormati eksistensi agama lain dengan pengertian menghormati keragaman dan perbedaan ajaran-ajaran yang terdapat pada setiap agama dan kepercayaan yang ada baik yang diakui negara maupun belum diakui oleh negara.
  • “Agree in Disagreement “ (setuju di dalam perbedaan). Perbedaan tidak harus ada permusuhan, karena perbedaan selalu ada di dunia ini, dan perbedaan tidak harus menimbulkan pertentangan. 
Contoh Sikap Toleransi Beragama :Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Pada saat umat muslim mengadakan sholat idul adha Gereja Katedral membantu dengan membiarkan umat muslim parkir kendaraannya di halaman parkir Gereja, Dan sebaliknya saat umat kristiani mengadakan perayaan hari natal Masjid Istiqlal membiarkan umat kristiani parkir kendaraannya di halaman parkiran Masjid.
 


Konflik antar kelompok



Pengertian
Konflik antar kelompok adalah pertentangan yang terjadi antara dua kelompok atau lebih yang disebabkan oleh kepentingan yang sama. Penyebab konflik dapat berasal dari faktor internal dan eksternal kelompok. Konflik antar kelompok memiliki dampak bagi kelompok, baik yang menang maupun kalah. Bagi yang menang dapat meningkatkan loyalitas dan identitas sosial dan bagi yang kalah dapat menimbulkan perpecahan dalam kelompok. Untuk mengurangi konflik, ada beberapa langkah, yaitu melakukan kontak (komunikasi), berunding, menerima dan melakukan hasil kesepakatan bersama dan melakukan evaluasi. 

faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat:
  • Perbedaan Antarindividu
  • Perbedaan Antarkebudayaan:
  • Perbedaan Kepentingan:
  • Perbedaan Etnis:
  • Perbedaan Ras:
  • Perbedaan Agama:
  • Ego masing-masing: 

Dampak dari Konflik Sosial :
Dampak Positif Konflik Sosial
  • Dapat menciptakan integrasi yang harmonis
  • Memperkuat identitas pihak yang berkonflik 
  • Menciptakan kelompok baru
  • Membuka wawasan 
  • Memperjelas berbagai aspek kehidupan yang belum tuntas
  • Meningkatkan solidaritas antara anggota kelompok 
  • Mengurangi rasa ketergantungan individu atau kelompok 
  • Memunculkan kompromi baru 
Dampak Negatif Konflik Sosial
  • Rusaknya fasilitas umum
  • Terjadi perubahan kepribadian
  • Menyebabkan domnasi kelompok pemenang
  • Menimbulkan keretakan hubungan antara individu dan kelompok 
  • Menyebabkan rusaknya berbagai harta benda dan jatuhnya korban jiwa
Sedikit Kesimpulan :
 Konflik adalah hal yang lumrah terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, Konflik adalah satu bentuk dari suatu gejala sosial yang sering muncul dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berinteraksi karna dalam interaksi sering kali masyarakat dihadapkan pada situasi konflik.